Wanginya Kue Rangi
Wanginya Kue Rangi – Eka Septia – detikFood
Jakarta – Kue berbentuk bulan sabit ini merupakan jajanan khas Betawi. Tak banyak lagi penjaja keliling yang menjualnya. Saat dipanggang dalam cetakan, aroma wangi kelapanya menebar ke udara hmmmm… wangi menggelitik hidung!
Abang penjual kue rangi keliling tanpa ada suara, namun harum yang keluar dari tungku sudah dapat memanggil perut ini untuk segera menyantapnya. Kue rangi sudah sangat jarang ditemui apalagi di kota besar seperti Jakarta. Tapi masih ada satu dua penjaja kue rangi yang masih mampu bertahan di ibu kota tercinta.
Kue rangi ini disebut juga sagu rangi karena terbuat dari tepung sagu aren atau tepung kanji yang dicampur dengan kelapa sedang yang diparut kasar. Sagu dan kelapa yang telah dicampur ini kemudian dimasukkan ke dalam cetakan lempengan yang berbentuk bulan sabit, setengah lingkaran yang terbuat dari aluminium yang sudah dipanaskan. Saat dipanggang segera tercium aroma wangi kelapa. Setelah hampir kering diberi sedikit olesan sirop gula merah. Beberapa penjaja masih memakai kayu bakar dan api arang untuk memanggang kue ini.
Saat akan disajikan kue diberi kucuran sirop gula merah lagi. Kue ini harus dimakan selagi panas karena kalau sudah dingin, kue akan mengeras karena terbuat dari sagu dan sirop gulapun jadi keras.
Rasanya, ehmm..jangan ditanya! Kress..kress, renyah dan manis. Harga satu porsi kue rangi Rp 2000,00. Wow, harga yang cukup murah disaat harga BBM tengah melambung.
(eka/Odi)
sumber : http://meok.detik.com/




February 9th, 2010 at 6:33 pm
aduuuu…h ngeliat gambarnya aja udah kebayang tuh betapa nikmatnya kue rangi…meskipun makanan jadul tp tetap tidak membuat bosan untuk terus makan….makan….dan menantikan kedatangannya….