Green Campus UI : Antara Opini dan Realita
ditulis oleh Cintera Rahmagiarti pada 24 November 2011 jam 18:15
Green campus merupakan tema yang sedang diusung oleh UI (Universitas Indonesia). Sebagai gerakan konservasi, tema tersebut memiliki tujuan yang mulia, yaitu menjaga kelestarian lingkungan demi keberlanjutan. Namun faktanya, agenda kelestarian tidak cukup mendapat dukungan karena pembangunan masih menjadi prioritas utama. Kedua hal tersebut dianggap bersinggungan secara antagonistik. Lantas, mampukah UI menyeimbangkan antara konservasi dan pembangunan dalam realisasi green campus?
Universitas Indonesia merupakan salah satu pelopor green campus di Indonesia. Kampus UI terdapat di dua lokasi saat ini, yaitu di daerah Salemba dan Depok. Mayoritas sarana fisik dan hutan kota berada di Depok dengan luas lahan mencapai 320 hektar. Kampus rakyat ini berani mengusung Green campus karena menurut rencana hanya 25% lahan digunakan untuk pembangunan sarana akademik, riset dan kemahasiswaan, sedangkan 75% lahan diperuntukkan untuk area hijau yang sebagian besar berwujud hutan kota dengan tujuh situ berada di dalamnya.
Namun faktanya, opini sudah tidak relevan dengan realita. Berdasarkan hasil pengamatan kelompok studi Badan Semi Otonom (OMPT canopy dan KSHL Comata) biologi UI per tanggal 12 November 2011, telah terjadi penurunan wilayah area hijau di UI. Pembangunan besar-besaran yang marak terjadi belakangan ini tampaknya sudah kurang sesuai dengan master plan yang ada, 75% area hijau dan 25% area bangunan. (more…)






Anda pasti sudah pernah mendengar istilah 3R diatas yang sering didengungkan oleh banyak pencinta lingkungan. 3R itu adalah Reduce, Reuse and Recycle. Kita akan tambahkan 3R tersebut menjadi 4R dengan adanya Repair.
belum menjadi kebiasaan di Indonesia. Tempat sampah yang membedakan antara organik dan non-organik saja tidak jalan. Malah akhirnya lebih banyak gerilyawan lingkungan yang melakukan daur ulang secara kreatif dan menularkannya pada banyak orang dibandingkan pemerintah.

