Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Djakarta Tempo Doeloe’

Rumah Raffles, Hotel der Nederlanden Hingga Bina Graha

December 24, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Repro Batavia Nineteenth Century PhotographsHotel der Nederlanden

HOTEL der Nederlanden boleh jadi hanya diingat oleh sebagian kecil warga asli Jakarta. Sebagian warga lainnya, pernah mendengar tentang keberadaan hotel di Rijswijk (Jalan Veteran) ini, atau bahkan pernah membaca di salah satu buku sejarah Batavia.  Hotel der Nederlanden adalah salah satu hotel ternama di Batavia pada abad 19.  Hotel ini berdiri di atas tanah yang sangat luas di Rijswijk dan membentang sepanjang jalan di belakangnya, Jalan Medan Merdeka Utara (Koningsplein Noord).

Di sisi barat hotel yang dibangun pada 1794 itu berdiri bangunan yang berfungsi sebagai rumah dinas gubernur jenderal sedangkan bangunan studio fotografi Woodbury & Page ada di sisi sebelah timur dari hotel itu.  Hotel itu sudah tak bersisa lagi.  Di atas lahan itu dibangun Bina Graha, bekas kantor Presiden RI Soeharto yang berkuasa selama lebih dari 30 tahun.
(more…)

  • Share/Bookmark

Hotel Sriwijaya, Hotel Tertua di Jakarta

December 23, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Repro Nineteenth Century Photographs : Foto Hotel Sriwijaya ketika masih bernama Hotel Cavadino.  Nama Cavadino merupakan nama awal pemilik hotel tersebut, yaitu Conrad Alexander Willem Cavadino atau CAW Cavadino yang memulai usaha restoran dan kue di tahun 1863.

PERNAH dengar nama Hotel Sriwijaya? Hotel ini ada di pojokan Jalan Veteran dan Jalan Veteran I, Jakarta Pusat.  Dilihat dari Stasiun Juanda, hotel ini berada di sisi kanan tak jauh dari Masjid Istiqlal.  Tembok hotel ini memanjang hingga ke Jalan Veteran I mendekati kedai es krim Ragusa.

Bisa jadi ada banyak orang yang tak tahu bahwa hotel di pojokan Jalan Veteran itu adalah hotel lawas yang berawal sejak 1872 bahkan agak sedikit mundur ke belakang, 1863. Adalah Conrad Alexander Willem Cavadino atau CAW Cavadino yang memulai usaha restoran dan kue di tahun 1863. (more…)

  • Share/Bookmark

Menteng Sebuah Sub Kultur

December 22, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

lagu pop yang muncul tahun 1958 berjudul Babu Menteng bercerita tentang babu-babu yang mengalami gegar budaya (cultural schok) lantas meniru attitude majikannya.  Tendensi babu Menteng tahun 1950-an s/d 1960-an itu sekarang pun dapat dijumpai di Pondok Indah, Kemang, Pluit.

Mentengbuurt dibangun tahun 1920 oleh developer N.V. Kondang Dia, kemudian hari dipakai menjadi nama kampung Gondangdia.  Bangunan mewah didirikan dengan batas selatan Dukuh Sawah (kini Jl. Kendal), sebelah barat Kampung Lima (kini Jl. Sabang), sebelah timur kampung Kali Pasir, Raden Saleh, dan Gang Ampiun, dan sebelah utara tanah lapang Gambir.  Fasilitas umum dan sosial dibangun untuk melayani kepentingan penduduk, dua stasiun KA didirikan dengan jarak berdekatan yaitu Pegangsaan/Cikini dan Boplo (Boumploeg), di samping stasoin sentral Gambir yang sudah berdiri sebelumnya.  Fasilitas olahraganya adalah lapangan bola Vios dan kolam renang Cikini.
(more…)

  • Share/Bookmark

Kapal VOC Ditemukan Berisi 180.000 Keping Koin Emas

December 21, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Budapest – Sebuah kapal Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) ditemukan di dasar laut dengan isi antara lain 180.000 koin emas.  Seluruh koin dalam kondisi bagus dan nilai taksiran sekitar US$ 1 miliar! Bangkai kapal VOC yang diperkirakan tenggelam 3 abad lalu tersebut ditemukan oleh para penyelam Hungaria di perairan dekat salah satu pantai di Brazil, demikian dikutip detikcom dari media Belanda berdasarkan rilis media Hungaria, Sabtu (28/11/2009).  “Kapal bernama Voetboog bertiang tiga ini tenggelam pada 29/5/1700, dengan awak 109 orang, membawa muatan sangat mahal,” ujar kepala ekspedisi Attila Szalóky.  Muatan kapal VOC itu antara lain sutera, rempah-rempah, teh, porselein dan 180.000 keping koin emas Belanda.
  • Share/Bookmark

Melacak Toko Buku Pertama di Batavia?

December 15, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Adanya di ujung Jalan Kalibesar Timur 3 dan Kalibesar Timur (di seberang Jalan Cengkeh), masih berdiri bangunan tua.  Kira-kira letaknya ada di pojok kiri kalau kita melihat dari Jembatan Middelpunts ke arah selatan.  Jembatan ini menghubungkan Jalan Kunir, Jalan Kalibesar Timur 3, Kalibesar Timur, Jalan Kalibesar Barat, Jalan Kopi, dan Jalan Roa Malaka.

Toko buku di bawah nama G Kolff & Co ini sudah mulai menjadi toko buku pada tahun 1848 di Buiten Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar Selatan).  Sebetulnya, Kolff datang belakangan karena pemilik perusahaan ini semula bernama Willem van Haren Noman.  Tahun 1850, Gualtherus Johannes Cornelis Kolff tiba dari Holland dan bergabung dengan Noman.  Tahun 1858, Noman kembali ke Belanda, maka selanjutnya Kolff sendirilah yang menjadi pemegang perusahaan.
(more…)

  • Share/Bookmark

Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS)

October 14, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

1887 Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) membuka jalur menuju Bekasi melalui tepi timur Batavia.  Stasiun utamanya terletak 200 m di selatan stasiun Batavia NIS.  Posisinya saat ini adalah tempat stasiun Jakarta Kota berada.  Stasiun ini kondang disebut sebagai Beos, kata BeOS merupakan ucapan lidah Betawi untuk kata perusahaan kereta api kala itu: yang merupakan pelafalan perusahaan pemilik stasiun ini; BOS.

(Stasiun) ini merupakan perhentian terakhir dari Bataviasche di jalur Bekasi dan Kerawang

(more…)

  • Share/Bookmark