Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Djakarta Tempo Doeloe’

Kapal VOC Ditemukan Berisi 180.000 Keping Koin Emas

December 21, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Budapest – Sebuah kapal Verenigde Oost-Indische Compagnie (VOC) ditemukan di dasar laut dengan isi antara lain 180.000 koin emas.  Seluruh koin dalam kondisi bagus dan nilai taksiran sekitar US$ 1 miliar! Bangkai kapal VOC yang diperkirakan tenggelam 3 abad lalu tersebut ditemukan oleh para penyelam Hungaria di perairan dekat salah satu pantai di Brazil, demikian dikutip detikcom dari media Belanda berdasarkan rilis media Hungaria, Sabtu (28/11/2009).  “Kapal bernama Voetboog bertiang tiga ini tenggelam pada 29/5/1700, dengan awak 109 orang, membawa muatan sangat mahal,” ujar kepala ekspedisi Attila Szalóky.  Muatan kapal VOC itu antara lain sutera, rempah-rempah, teh, porselein dan 180.000 keping koin emas Belanda.
  • Share/Bookmark

Melacak Toko Buku Pertama di Batavia?

December 15, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Adanya di ujung Jalan Kalibesar Timur 3 dan Kalibesar Timur (di seberang Jalan Cengkeh), masih berdiri bangunan tua.  Kira-kira letaknya ada di pojok kiri kalau kita melihat dari Jembatan Middelpunts ke arah selatan.  Jembatan ini menghubungkan Jalan Kunir, Jalan Kalibesar Timur 3, Kalibesar Timur, Jalan Kalibesar Barat, Jalan Kopi, dan Jalan Roa Malaka.

Toko buku di bawah nama G Kolff & Co ini sudah mulai menjadi toko buku pada tahun 1848 di Buiten Nieuwpoort Straat (Jalan Pintu Besar Selatan).  Sebetulnya, Kolff datang belakangan karena pemilik perusahaan ini semula bernama Willem van Haren Noman.  Tahun 1850, Gualtherus Johannes Cornelis Kolff tiba dari Holland dan bergabung dengan Noman.  Tahun 1858, Noman kembali ke Belanda, maka selanjutnya Kolff sendirilah yang menjadi pemegang perusahaan.
(more…)

  • Share/Bookmark

Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS)

October 14, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

1887 Bataviasche Oosterspoorweg Maatschappij (BOS) membuka jalur menuju Bekasi melalui tepi timur Batavia.  Stasiun utamanya terletak 200 m di selatan stasiun Batavia NIS.  Posisinya saat ini adalah tempat stasiun Jakarta Kota berada.  Stasiun ini kondang disebut sebagai Beos, kata BeOS merupakan ucapan lidah Betawi untuk kata perusahaan kereta api kala itu: yang merupakan pelafalan perusahaan pemilik stasiun ini; BOS.

(Stasiun) ini merupakan perhentian terakhir dari Bataviasche di jalur Bekasi dan Kerawang

(more…)

  • Share/Bookmark

Keramas Menyambut Puasa

September 01, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Insya Allah, Senin besok masuk 1 Ramadhan 1429 Hijriah. Umat Islam pada bulan tersebut melaksanakan ibadah puasa yang merupakan rukun Islam keempat.

Bulan puasa, bagi anak-anak tempo doeloe selain sebagai bulan ibadah, juga liburan panjang.  Sampai tahun 1970 sekolah libur selama 40 hari. Murid-murid baru masuk kembali seminggu setelah lebaran.  Libur panjang puasa tidak diberlakukan lagi oleh Daud Yusuf, saat ia menjabat sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
(more…)

  • Share/Bookmark

Jakarta Tempo Doeloe dalam Kenangan Seorang Pria Tionghoa Passer Baroe

May 18, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Batavia (Jakarta) merupakan sumber yang tak ada habis-habisnya untuk ditulis dan dikaji. Banyak kisah tercecer di Batavia yang belum diungkapkan. Terutama dalam kurun waktu tertentu. Kisah atau pengalaman yang menarik dan dapat dinikmati oleh khalayak.

Banyak sudah orang yang menulis tentang Batavia (Jakarta).  Bisa jadi telah banyak ahli yang mengambil tema kota ‘buatan’ Belanda ini.  Sayangnya, kebanyakan penulisnya adalah orang luar negeri.  Sehingga memunculkan pertanyaan:  mana penulis Indonesianya?

(more…)

  • Share/Bookmark

Stasiun Jatinegara

April 29, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe, Motivasi No Comments →

Stasiun Djatinegara

Stasiun Djatinegara

Stasiun Jatinegara  adalah sebuah stasiun kereta api di daerah Jatinegara, Jakarta Timur.  Stasiun ini merupakan stasiun bertemunya tiga jalur, yaitu jalur ke Pasar Senen, jalur ke Manggarai, dan jalur ke Bekasi.  Setiap harinya dilewati sekitar 350 kereta api.  Di stasiun ini terdapat dipo lokomotif Jatinegara.

Sebagai stasiun penghubung ke luar Jakarta, stasiun ini dilalui oleh semua KA ke berbagai kota di Pulau Jawa (kecuali tentu saja ke arah Banten dan Bogor).  Namun demikian, tidak semua KA yang ke luar dari Jakarta berhenti untuk menaikkan penumpang di stasiun ini.  Hanya KA ekonomi dan sebagian besar KA bisnis yang berhenti untuk menaikkan penumpang dalam perjalanan menuju kota-kota di Jawa, sedangkan semua KA eksekutif, kecuali KA Argo Gede dan KA Argo Jati tidak berhenti di sini.  Tetapi, semua KA yang datang menuju Jakarta berhenti untuk menurunkan penumpang di stasiun ini.

sumber :  http://wapedia.mobi/id/Stasiun_Jatinegara

  • Share/Bookmark