Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Djakarta Tempo Doeloe’

8 Khasiat Minum Kopi

April 02, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

MINUM kopi saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup sebagian orang. Kedai-kedai kopi kini banyak dijumpai di sederet jalan dan mal-mal hampir setiap hari kedai itu dipenuhi para penggemar minuman hitam pekat ini.

Banyak orang mengira, minum kopi rentan dengan beragam penyakit tapi ternyata anggapan itu tidak sepenuhnya benar.  Tanaman Coffea L ini mampu menangkal sejumlah penyakit berat sekaligus.

Tak hanya sebagai obat untuk mengatasi ngantuk, seperti dikutip indofamilyhealth.com, kopi juga mampu mengurangi sakit ringan hingga sakit berat seperti diabetes, kanker kolon, sirosis atau kerusakan hati, batu empedu.
(more…)

Share

Genius Enterpreneur dari Betawi

March 28, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe 1 Comment →

oleh : Oleh : Agus Ali

Zainal Abidin, Betawi tulen.  Akrab dipanggil Jay.  Lahir di Jakarta, 20 Oktober 1968.  Pendidikan dasar dan menengahnya diselesaikan di Jakarta. Lepas SMA, ia memutuskan melanjutkan pendidikan tingginya di luar kota kelahirannya.

Sekembalinya dari Melbourne, Australia, dimana ia memperdalam pendidikan di bidang Perdagangan Internasional sekaligus belajar ilmu kehidupan, ia memulai karirnya sebagai konsultan bisnis.   Sebuah situs Islam mengakomodasinya secara Gratisan menjadi konsultan dan penjaga gawang Klinik Bisnis selama hampir 5 tahun.  Seiring dengan waktu mulai jadi motivator, dan sedikit naik pangkat jadi inspirator.

(more…)

Share

Proklamasi Indonesia

February 01, 2009 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Share

Shalat Idul Fitri – Jaman Jepang

August 01, 2008 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Share

Pedagang Buah di Pasar Baru

July 23, 2008 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Foto para pedagang buah-buahan di Pasar Baru, Jakarta Pusat, diabadikan tahun 1910-an.  Para pedagang yang memakai busana Betawi semacam blangkon ala Jawa Tengah dengan baju lurik tengah melayani pembeli seorang Cina yang berpakaian dari negeri leluhurnya.  Pemuda Cina dengan rambut taucang di konde di bagian belakangnya dan bertelanjang kaki tengah menawar harga ayam yang dikurung dalam keranjang.

Rupanya busana para pedagang Betawi sekitar 100 tahun lalu masih menggunakan tutup kepala seperti layaknya masyarakat Jawa.  Baru kemudian digantikan oleh kopiah hitam yang dipopulerkan oleh Bung Karno sejak tahun 1930-an.  Kala itu orang Cina diharuskan menggunakan taucang yang merupakan kebiasaan bangsa Manchu yang mendirikan dinasti Qing di Tiongkok (1644-1911).

(more…)

Share

Asal-Usul Tanah Abang

July 14, 2008 By: Iwan Category: Djakarta Tempo Doeloe No Comments →

Pada 30 Agustus 1735 Pasar Sabtu dibangun dengan nama Pasar Tanah Abang, pasar ini menyaingi Pasar Senen (Weltevreden) yang sudah lebih dulu maju.  Namun sekarang Pasar Tanah Abang merupakan Pusat Grosir tersebesar di Indonesia, banyak pedagang Saudagar Mancanegara ke tempat ini, terutama dari AFRIKA, mereka disebut Saudagar Item.

Tanah Abang sendiri, menurut ’sohibul hikayat’ berasal dari kata NABANG.  Nabang ini sejenis Pohon Palm, karena dulu di daerah ini banyak pohon palm. Para ‘Kumpeni’ (Orang Belande) menyebutnya ‘DE NABANG’.

Lidah Betawi menyebutnya Tenabang, jadilah sekarang Tanah Abang. Ada juga asal Tanah Abang dari kata ‘Tanahnya si abang’ (kakak), ada juga yang menyebut Tanah Abang adalah Tanah Merah.  Namun semuanya punya perkiraan dan pendapat atau cerita masing.  Kita tinggal mencari mana yang mendekati kebenaranya.

Wallahua’lam bissawaab.
source : MP Thojieb
http://supermilan.wordpress.com/2007/09/24/asal-usul-tanah-abang/

Share

Stop SOPA