Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Family’

‘Berilmu & Beramal Menuju Umat yg Kuat’

May 21, 2012 By: Iwan Category: Family No Comments →

Al ’ilmu bilaa ’amalin Kassyajari bilaa tsamarin; Ilmu tanpa amal bak pohon tanpa buah, demikianlah sederhananya filosofi awal mula keberadaan Yayasan Amal Amin Hayati(more…)

Share

..dan Cikarang pun membaca

March 31, 2012 By: Iwan Category: Family No Comments →

Perpustakaan Motor Rumah Baca Karang Bahagia (RBKB) di PAUD Al Abror dan SDN Karangasih 06 Cikarang Utara (dalam gambar).

Indra Relawan Driver siap bertugas

Sebagian koleksi buku-buku bacaan anak

(more…)

Share

Rumah Baca Karang Bahagia

February 25, 2012 By: Iwan Category: Family No Comments →

Ini Ceritaku…

Sejarah Rumah Baca Karang Bahagia

Saya adalah sanak ke-7 dari 13 bersaudara.  Berdarah Betawi, lahir dan besar di kota Betawi juga yaitu Jakarta.  Sebagai anak dari keluarga besar dengan orang tua yang PNS guru dan gaji pas-pasan, buku adalah barang berharga kami.

Saya masih ingat dulu ketika masih SD, ibu selalu meminta saya dan saudara lainnya memelihara buku pelajaran karena kalau buku – buku tadi (meski bekas kakak atau saudara) bisa dipakai lagi oleh adik-adik akan sangat membantunya untuk menghemat biaya. (more…)

Share

Tjoetjoe tjap Oma (part 2)

January 10, 2012 By: Iwan Category: Family No Comments →

Setelah sekian lama (sejak tahun 2009) akhirnya cucu-cucu oma kembali kumpul di masa liburan sekolah semester ganjil dan diakhir tahun 2011.  Kumpul kali ini menjadi spesial karena anak-anak oma juga dalam formasi lengkap (ka’ Ebi, Iyen, Edwin, dan Hani).  Dirumah ka Ebi yang luas dan nyaman cucu-cucu oma berkumpul menghabiskan liburan sekolah.

(more…)

Share

Social Entrepreuner, Why Not?

November 24, 2011 By: Iwan Category: Family No Comments →

Daan (paling kanan)

Daan Dini Khairunida, berpendapat bahwa menjadi guru bukanlah pilihan tetapi adalah panggilan.  Pendapatnya itulah yang akhirnya terus membawa karir Daan hingga kini menjadi pengelola dan pendiri sebuah taman bacaan masyarakat bernama Rumah Baca Karang Bahagia.

Terlahir bukan dari keluarga mapan, karena ayah dan ibu adalah PNS guru dengan gaji pas-pasan, dan terlahir dari keluarga besar, 13 bersaudara, mimpi untuk bisa belajar dan kuliah keluar  negeri apalagi di Universitas Melbourne, sepertinya hanya mimpi.  Namun, pesan mendiang ayahnya “Ilmu yang akan menuntun kita kemana kita mau” telah membuktikannya hingga ia bisa meraih beasiswa Australian Development  Scholarship (ADS) untuk bisa melajutkan S2 nya di Universitas Melbourne.

The University of Melbourne - Indonesia Office

Daan berhasil menyelesaikan studinya di Fasultas Pendidikan Universitas Melbourne dan mendapat gelar Master of English as an International Language tahun 2009.  Kini ia mengelola Rumah Baca Karang Bahagia dan menjadi guru untuk anak-anak kelompok belajar Rumah Baca.  Sebelum kuliah di Universitas Melbourne, Daan tercatat sebagai trainer dan peneliti di Rahima, sebuah LSM yang bergerak di bidang pendidikan dan isu hak perempuan.

Meski sempat mengabdikan ilmunya di sebuah lembaga pendidikan Islam Swasta Ruhul Ulum di Jakarta pada tahun 2009, namun kepindahannya ke wilayah Cikarang Utara, tepatnya desa Sukaraya dusun II kecamatan karang bahagia telah membawa Daan pada suasana dan pilihan baru.  Namun,  bak sungai, dimana tiap orang pasti mendekatinya, Daan berhasil mengubah rumahnya menjadi rumah baca yang hingga kini ramai didatangi anak-anak untuk membaca dan belajar. (more…)

Share

tepat 3 tahun lalu (part 3)

October 29, 2011 By: Iwan Category: Family No Comments →

Anis & Istri

Pagi ini setelah mengantar anak2 ke sekolah, kulihat jam tangan…6.25 pagi…bimbang sejenak..ku gas motorku sambil bergumam dalam hati…“Mumpung msh tinggal deket, mepet dikit smp ktr gpp deh yg penting ga telat..”  Kuarahkan motor ke Gg. Mesjid menuju pemakaman wakaf di depan Masjid Nurusshobah-Otista, Jaktim.

Sampai di tempat buru-buru memarkirkan motor.   Sambil mengucap salam, aku masuk ke pemakaman.   Kuarahkan pandangan ke arah pusara ayahanda tercinta yg terletak persis dibawah pohon kamboja.  Ada perasaan gelisah tapi menenangkan setiap kali mengunjungi pusara ayahanda tercinta.

Sampai dipusara terlihat sedikit kotor oleh guguran daun dan bunga kamboja.  Segera kubersihkan, angkat satu demi satu dedaunan dan bunga kamboja yg sudah layu.  Sayangnya pagi ini tidak bawa bunga yang biasanya kubeli di TPU Sunan giri-Rawamangun.  Bersih sudah pusara ayahandaku tercinta. (more…)

Share

Stop SOPA