
Daan (paling kanan)
Daan Dini Khairunida, berpendapat bahwa menjadi guru bukanlah pilihan tetapi adalah panggilan. Pendapatnya itulah yang akhirnya terus membawa karir Daan hingga kini menjadi pengelola dan pendiri sebuah taman bacaan masyarakat bernama Rumah Baca Karang Bahagia.
Terlahir bukan dari keluarga mapan, karena ayah dan ibu adalah PNS guru dengan gaji pas-pasan, dan terlahir dari keluarga besar, 13 bersaudara, mimpi untuk bisa belajar dan kuliah keluar negeri apalagi di Universitas Melbourne, sepertinya hanya mimpi. Namun, pesan mendiang ayahnya “Ilmu yang akan menuntun kita kemana kita mau” telah membuktikannya hingga ia bisa meraih beasiswa Australian Development Scholarship (ADS) untuk bisa melajutkan S2 nya di Universitas Melbourne.

The University of Melbourne - Indonesia Office
Daan berhasil menyelesaikan studinya di Fasultas Pendidikan Universitas Melbourne dan mendapat gelar Master of English as an International Language tahun 2009. Kini ia mengelola Rumah Baca Karang Bahagia dan menjadi guru untuk anak-anak kelompok belajar Rumah Baca. Sebelum kuliah di Universitas Melbourne, Daan tercatat sebagai trainer dan peneliti di Rahima, sebuah LSM yang bergerak di bidang pendidikan dan isu hak perempuan.
Meski sempat mengabdikan ilmunya di sebuah lembaga pendidikan Islam Swasta Ruhul Ulum di Jakarta pada tahun 2009, namun kepindahannya ke wilayah Cikarang Utara, tepatnya desa Sukaraya dusun II kecamatan karang bahagia telah membawa Daan pada suasana dan pilihan baru. Namun, bak sungai, dimana tiap orang pasti mendekatinya, Daan berhasil mengubah rumahnya menjadi rumah baca yang hingga kini ramai didatangi anak-anak untuk membaca dan belajar. (more…)