Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Jakarta Kini’

Problema Eceng Gondok di Ibu Kota

July 15, 2008 By: Iwan Category: Jakarta Kini No Comments →

 

Eceng Gondok

Eceng gondok (Eichornia crassipes (Mart.) Solm.) pertama kali diuraikan secara taksonomis oleh seorang naturalis Brazil, Karl FP Martius.  Tumbuhan ini termasuk ke dalam kelas Monocotylodenae dan keluarga Pontederiaceae.  Tumbuhan ini di Indonesia merupakan tumbuhan eksotik yakni didatangkan dari luar, jadi bukan tumbuhan asli (native) Indonesia.  Menurut riwayat tanaman ini dibawa ke Indonesia dijaman Raffless sebagai gubernur jenderal, ditanam di kolam di kebun raya Bogor karena warna bunganya yang menarik.  Kemudian tersebar ke sungai dekat Kebun Raya Bogor hingga selanjutnya berkembang biak dengan cepat di berbagai badan perairan.  Yang sangat menonjol dari tanaman ini adalah perkembangbiakannya yang luar biasa cepatnya.  Ia dapat berkembang biak secara vegetatif dengan stolon dan juga secara generatif dengan biji.  Gangstad (197..  dalam bukunya Weed Control in River Basin Management mencatat bahwa tanaman air ini dapat berlipat dua dalam jangka waktu sepuluh hari, karena itu maka bila seratus tanaman dibiarkan di suatu perairan, dalam jangka waktu delapan bulan ia akan menutupi wilayah perairan seluas  1 km2 .

(more…)

Share

Jakarta Kota Pantai ?

July 07, 2008 By: Iwan Category: Jakarta Kini No Comments →

Jakarta Kota Pantai ? – Bondan Winarno – detikFood

Peta IzmirJakarta – Siapa sih warga Jakarta yang sadar bahwa sejatinya Jakarta adalah kota pantai? Maklum, sebagian besar pantai Jakarta yang bagus sudah di-claim oleh perusahaan pengembang dan tidak dapat dimasuki warga kota kecuali bersedia membayar dengan karcis yang cukup mahal.

Belum lama ini saya berada di Turki dan singgah ke dua kota pantai yang indah: Istanbul yang dibelah Selat Bosphorus, dan Izmir di pantai Laut Aegea.  Pantai-pantainya sangat indah.  Seluruh pantai dipersembahkan untuk kepentingan dan kenikmatan warga kota.  Tidak ada lahan di tepi pantai yang dipatok untuk kepentingan komersial, kecuali memang kavling-kavling yang sudah sejak zaman dulu dipakai sebagai kawasan hunian maupun bangunan bersejarah.

Di setiap distrik di Istanbul dan Izmir, dibangun taman-taman tepi pantai.  Pada musim semi seperti sekarang ini, bunga-bunga tulip bermekaran dengan cantiknya.  Tidak ada karcis masuk.  Biaya parkir mobil pun tidak seberapa.  Bangku-bangku taman terjaga dan terawat bersih.  Begitu juga fasilitas toilet umum tanpa bayar yang bersih, kering, dan tidak berbau.

Yang paling mengesankan saya adalah tersedianya berbagai alat fitness untuk umum yang tersedia di taman-taman kota itu. Kalau di berbagai taman kota biasanya kita melihat alat-alat permainan untuk anak-anak, di Istanbul dan Izmir juga tersedia ‘mainan’ untuk orang dewasa berupa alat-alat fitness ini.  Bagusnya lagi, semuanya terawat dan dapat dipergunakan.  Tidak ada yang rusak!

(more…)

Share

Bahasa Arab Pasaran di Jakarta

June 30, 2008 By: Iwan Category: Jakarta Kini No Comments →

Oleh:  Zeffry J. Alkatiri

Masyarakat keturunan Arab, khususnya yang bermukim di beberapa tempat di Jakarta, sampai saat ini masih menggunakan bahasa percakapan yang khas.  Kekhasannya itu dapat dilihat dari perbendaharaan kosa katanya, struktur gramatikalnya dan dialek mereka.  Bagi masyarakat lain yang tidak berhubungan dengan mereka atau bertempat tinggal jauh dari lingkungan mereka, akan sukar untuk memahami percakapan mereka.  Bahkan orang Arab yang datang dari Arab sekali pun tidak akan mengerti makna pembicaraan mereka.  Karena bahasa yang dipergunakan oleh mereka adalah bahasa Arab pasaran (kolokial) yang cenderung bersifat slang, bahkan menjurus kepada bentuk bahasa rahasia yang tentunya tidak akan ada di kamus umum bahasa Arab.  Kecendrungan itu dapat dilihat dari perubahan morfologinya dan pembentukan kosa katanya.

Bahasa percakapan mereka umumnya dipergunakan dalam berbagai kesempatan oleh berbagai kalangan profesi dalam tingkatan sosial yang beragam.  Batas usia pemakainya bisa dari umur 12 sampai yang sudah uzur.  Bahasa Arab pasaran ini lebih sering di pergunakan oleh orang laki laki.  Tetapi kaum wanita dari keturunan mereka setidaknya juga dapat memahaminya.

(more…)

Share

Menentukan Tarif Angkot Saja Ribet, dimana Peran Negara?

June 30, 2008 By: Iwan Category: Jakarta Kini No Comments →

Agus pambagioCatatan Agus Pambagio -  detikcom

Dampak Kenaikan Harga BBM Bersubsidi

Sudah hampir dua minggu harga BBM bersubsidi (minyak tanah, solar dan  premium) dinaikkan oleh Pemerintah namun demo mahasiswa dan ormas dengan tema menolak kenaikan harga BBM masih terus berlangsung.

Kerusuhan demi kerusuhan, kerusakan demi kerusakan, korban demi korban terus berjatuhan tetapi sudah dapat dipastikan harga BBM bersubsidi tidak akan kembali ke harga semula.  Bahkan ada kecenderungan akan naik lagi jika harga minyak mentah dunia tak kunjung turun atau bahkan naik sampai di atas USD 150 per barelnya.

Harga BBM dinaikkan atau tidak, sama-sama mempunyai risiko yang tinggi sebagai akibat kelalaian Pemerintah masa lalu yang tidak bijak menggunakan hasil minyak bumi Indonesia untuk kemakmuran bangsa tetapi hanya untuk
kemakmuran segelintir orang atau golongan saja. Jadilah Pemerintah pasca reformasi sulit untuk tidak terus menaikkan harga BBM bersubsidi ketika harga minyak mentah juga terus meroket.  Banyak ulasan dan argumentasi dari yang pro dan kontra terhadap keputuan Pemerintah ini bergulir setiap hari di berbagai media.

(more…)

Share

H. Fauzi Bowo

April 30, 2008 By: Iwan Category: Jakarta Kini, Tjerita Tokoh No Comments →

H. Fauzi Bowo

Fauzi Sosok Birokrat yang merakyat  (Gubernur DKI Jakarta – Periode 2007 – 2012)

Keinginan Fauzi Bowo untuk menjadi orang nomor satu di DKI Jakarta akhirnya terwujud.  Fauzi yang berpasangan dengan Prijanto berhasil mengguli pesaingnya Adang Daradjatun-Dani Anwar dalam Pilkada Agustus lalu.  Meski perolehan suara tidak terlalu signifikan, tapi sudah cukup untuk mengantarkan putra pasangan H. Djohari Bowo bin Adipoetro dengan Hj. Nuraini binti Abdul Manaf itu menduduki kursi DKI-1.  Fauzi Bowo merupakan sosok birokrat yang merakyat, bijak, bersahaja, dan agamis.   Fauzi lahir di Jakarta 10 April 1948 dari pasangan H. Djohari Bowo bin Adipoetro dengan Hj. Nuraini binti Abdul Manaf.   Darah Betawi Fauzi Bowo berasal dari garis keturunan sang Ibu yaitu Hj. Nuraini binti Abdul Manaf.   Kakek dari Fauzi Bowo yaitu KH. Abdul Manaf bin Achmad Jabar, adalah seorang Tokoh Nahdlatul Ulama di Jakarta yang berprofesi sebagai pengusaha.   Sementara sang Ayah yaitu H. Djohari Bowo bin Adipoetro berasal dari Malang, Jawa Timur.

(more…)

Share

Ruang Transit di Jakarta

February 27, 2008 By: Iwan Category: Jakarta Kini No Comments →

15 Feb 2007 – Ruang Transit di Jakarta

catatan tentang Apartment Project, 2003
Teks oleh Gustaff H. Iskandar. Foto oleh ruangrupa

Pada hari Selasa, 9 September 2003, saya menuju Jakarta untuk terlibat dalam sebuah proyek yang digagas oleh ruangrupa. Sekelompok seniman diminta untuk tinggal di rumah susun dan apartemen selama kurang lebih satu bulan penuh. Berikut ini adalah beberapa catatan yang saya susun selama proyek ini berlangsung.

Saya tiba di Jakarta, kira-kira pukul sebelas siang. Seperti biasa, begitu kereta berhenti biasanya para penumpang langsung berduyun-duyun keluar dari gerbong kereta. Perjalanan dari Bandung yang memakan waktu lebih dari tiga jam sepertinya menjadi alasan yang cukup bagi orang-orang ini untuk segera bergegas keluar dan bersentuhan dengan suasana rutin di Stasiun Gambir, sebelum akhirnya mereka semua menghilang entah ke mana. Saya berhenti sejenak di dekat pemberhentian taksi, menyalakan sebatang rokok untuk mendapatkan sedikit jeda. Satu persatu saya perhatikan orang-orang mulai pergi meninggalkan stasiun. Pada saat yang hampir bersamaan, sekelompok orang tiba di stasiun ini dengan ekspresi yang nyaris serupa. Begitu datang, langsung pergi lagi entah ke mana.

(more…)

Share

Stop SOPA