Seluk-beluk Hadis Nabi, Dari Penulisan Hingga Pemalsuan Hadis
By Republika Contributor
Selasa, 07 April 2009 pukul 12:16:00
Kelompok yang paling dominan dalam membuat hadis-hadis palsu adalah kalangan politisi dan ahli sufi.
Alquran, selain berisi ayat-ayat yang qath’i (jelas), juga berisi ayat-ayat yang zhanni (samar). Ayat-ayat yang samar dan bersifat umum memerlukan penjelasan dan keterangan lebih lanjut. Biasanya, penjelasan dan keterangan itu didapatkan dari hadis Nabi Muhammad SAW. Apa yang tidak dijelaskan secara terperinci dalam Alquran maka hal itu akan diuraikan dengan gamblang dalam sebuah hadis. Karena fungsinya itu, hadis merupakan sumber hukum Islam setelah Alquran.
Berbeda dengan Alquran yang telah ditulis sejak Rasulullah menerima wahyu meski pada daun lontar, pelepah kurma, dan kulit binatang; hadis atau perkataan-perkataan Nabi Muhammad SAW lebih banyak dihafal oleh para sahabat daripada ditulis. Sebab, Rasulullah pernah melarang para sahabat untuk mencatat hadis-hadis, sebagaimana riwayat yang diterima dari Abu Sa’id al-Khudri, Abu Hurairah, dan Zaid bin Tsabit yang tercantum dalam Taqyid al-Ilm karya Ibnu Abdul Barr. Larangan ini dimaksudkan agar sahabat fokus pada Alquran.
(more…)