Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘ngaji’

Membersihkan mulut dengan bersiwak

January 25, 2012 By: Iwan Category: ngaji No Comments →

Bersiwak merupakan salah satu sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam.  Bahkan juga merupakan sunnah-sunnah para nabi sebelumnya.

Secara bahasa siwak adalah kata kerja (saka-yasuku-siwakan = menggosok)  siwak adalah sebutan untuk alat, tetapi bermakna aktifitas/pekerjaan (fi’lin)

Secara syariat (dikutip dari Kitab Tahdzibul Asma Wal Lughat yang disusun oleh Imam An-Nawawi), siwak adalah menggunakan kayu (yang dimaksud kayu = kayu arak) atau lainnya atau sesuatu yang kasar (yang dapat digunakan untuk menyikat), misal kain, handuk dengan tujuan untuk menghilangkan warna kuning pada gigi sehingga gigi menjadi putih atau menghilangkan dan membersihkan sisa-sisa makanan agar gigi sehat dan dapat khusyu’ beribadah.

Hukum siwak adalah sunnah mu’akkad (sangat dianjurkan), mengingat Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam   tidak pernah meninggalkan pada setiap waktu dan keadaan.  Hingga sampai diterangkan bahwa kayu arak yang digunakan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk bersiwak ada dibeberapa tempat misalnya disaku baju, kamar, masjid dll. (more…)

Share

Fiqih – Bidayatul Mubtadi’ (audio)

November 23, 2011 By: Iwan Category: ngaji No Comments →

Ngaji cara kampung

  • Fiqih – Bidayatul Mubtadi’ (karya Syekh Yusuf Makasar)
  • Pengajar : Ust. Salim Firdaus
  • Bab : Istihalah (fermentasi)
  • Tempat : Mushalla Al-Muttaqin, Jl. Taslim Otista Jakarta 13330

“fasal tiada djadi soetji nadjis itoe melainken doea perkara, pertama toeak ataw chamar, apabila mendjadi tjoeka dengan sendirinja tiada sesoeatu jang menjertai maka djadi halal, maka apabila djadi tjuka serta ada jang menjertai dia djikalaoe batoe sekalipoen maka nadjislah tjoeka itoe.  Maka apabila sesoeatoe jang menjertai itoe soetji dan dikeloearkan padanja dahoeloe daripada djadi tjoekanja dan tiada tinggal sesoeatoe daripadanja maka iaitoe tiada maaf.  Dan maafkan seoempama bidji ataw jang lainnja jang djatoeh tatkala mengerdjakan daripada ia maka seperti tatkala memerah ia karena kesoekaran memeliharakan dia.  Jang kedoea koelit bangkai apabila soedah tersamak dan djikalaoe tersamak dengan sendirinja sekalipoen seperti koelit harimaoe, koelit beroeang, ataw barang sebagainja. Ataw koelit kerbaoe ataw kambing jang mati ataw barang sebagainja maka iaitoe soetji dengan disamak diperboeat dengan jang meninggalkan lendirnja dengan nadjis sekalipoen seperti tahi boeroeng.  Dan dobit soetjinja itoe sekira-kira direndamkan kedalam air nistjaja tiadalah kembali boesoek.  Tetapi apabila hendak dipakai akandia maka wadjiblah dibasoeh akandia bekas samak itoe” (more…)

Share

Kajian Hadits ke 14 dari Arbain an-Nawawi (audio)

November 17, 2011 By: Iwan Category: ngaji No Comments →

Ngaji cara kampung

  • Hadits ke 14 (Arbain an-Nawawi)
  • Pengajar : Ust. Salim Firdaus
  • Tempat : Mushalla Al-Muttaqin, Jl. Taslim Otista Jakarta 13330

Ust salim f tgl 14 nov11 001

 

 

 

Share

Stop SOPA