Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Nostalgia’

Kompleks Perumahan Kota Paris Kulon (Tjipelang – Soekaboemi)

August 13, 2011 By: Iwan Category: Nostalgia No Comments →

Belum lama ini Saya mengunjungi kota Sukabumi untuk keperluan pekerjaan dan merupakan sesuatu yang biasa karena Saya sering sekali berkunjung ke Sukabumi dengan berbagai keperluan.  Seperti saat mengunjungi kota-kota lain Saya tidak ingin melewatkan kesempatan untuk menikmati keindahan dan keunikan kota-kota yang Saya kunjungi.

Kalau Saya mendengar kota Sukabumi,  ada satu tempat peristirahatan yang terkenal sejak jaman Belanda yaitu Selabintana.

Grand Hotel Selabintana (1900 – 1935); sumber : Wikipedia

(more…)

Share

Pidato Bung Hatta di HUT RI ke 4 dan KMB 1949

April 10, 2011 By: Iwan Category: Nostalgia No Comments →

Share

Mengayuh Sejarah Becak

April 03, 2011 By: Iwan Category: Nostalgia No Comments →

Keberadaannya hendak dihapuskan dalam sejarah.  Alasannya: tak manusiawi dan jadi biang kemacetan.

SEJARAH tak pernah bisa membunuh becak. Dari zaman Belanda hingga pemerintah Orde Baru, upaya menghapus becak tak pernah berhasil.  Becak masih saja terlihat, bahkan di kota-kota besar seperti Jakarta – sekalipun harus melaju di gang-gang sempit dengan risiko kena razia.  Para abang tukang becak harus bertahan hidup dan mencari nafkah demi istri dan anak di rumah.

Becak adalah bentuk kesetiaan seorang suami pada istrinya, mirip sejarah di balik penemuan kendaraan sederhana ini.  Suatu hari, pada 1865, saat berjalan-jalan menikmati pemandangan kota Yokohama, Jepang, Jonathan Goble, seorang misionaris Amerika, berpikir membuat kendaraan untuk istrinya yang lumpuh, Eliza Weeks.  Dia pun mulai menggambar kereta kecil tanpa atap di atas secarik kertas.  Rancangan tersebut ia kirimkan kepada sahabatnya, Frank Pollay.  Pollay membuatnya sesuai rancangan Goble lalu membawanya ke seorang pandai besi bernama Obadiah Wheeler.  Jadilah becak. (more…)

Share

Piknik ’79 – Bergtuin te Tjibodas

April 02, 2011 By: Iwan Category: Nostalgia No Comments →

Foto ini diambil pada saat piknik tahun 1979, Saya lupa persis tanggal dan bulannya.   Tapi waktu itu Saya masih Taman Kanak-kanak.  Disamping ayah (alm.) yang  pakai kaos biru dan membelakangi kamera adalah Anis (adik saya dibawah persis).  Umi (=ibu) Saya memakai baju merah dan disamping kiri adalah kakak Saya (Dian).

Nah…yang lagi minum sambil berdiri itu Saya, jujur waktu kecil emang rada  bandel jadi kadang suka bikin ortu ribet & mangkel.  Disamping Saya (belakang umi) adalah Fahman.  Saya ga tau apakah Tiah (adik Saya diatas Fahman ikut apa tidak) mungkin juga waktu itu nginep di rumah abah & emak di Tanjung Priok (Rumah Uwak).  Terus harusnya masih ada satu lagi adik saya (Irma), lagi-lagi saya lupa apa dia  ikut atau dititip juga!!?? (dititip lagi..) yang jelas waktu itu Irma baru 3 tahun.  Masih ada satu lagi yang ada di foto (terhalang umi & saya), mungkin tetangga yang di ajak umi yang kebetulan bantu-bantu dirumah. (more…)

Share

Boikot Film

February 28, 2011 By: Iwan Category: Nostalgia No Comments →

Dari alasan monopoli hingga demoralisasi, dari ketidakberesan peredaran hingga pajak, aksi boikot-memboikot mewarnai perjalanan sejarah film di Indonesia.

FILM-film impor, Hollywood maupun non-Hollywood, tak tayang lagi di bioskop-bioskop di Indonesia. Ini bagian dari ptotes Motion Picture Association of America (MPAA) dan Ikatan Perusahaan Film Impor Indonesia (Ikapifi) terhadap kebijakan Direktorat Jenderal Bea Cukai yang menerapkan bea masuk atas hak distribusi film impor.

Kebijakan pemerintah itu menuai polemik. Ada yang menganggap kualitas film Indonesia masih jauh dari harapan, dan adanya film impor justru bisa membuat para insan film nasional belajar dari segi ide maupun teknik. Sebagian menilai selama ini pajak film impor terlalu kecil; cuma Rp 2 juta per kopi. Sementara besar pajak produksi film nasional saat ini sekira 10% dari keseluruhan pagu anggaran produksi sebuah film. Misalnya, film berbiaya produksi Rp 5 milyar, kena pajak Rp 500 juta. Jadi, ada masalah ketidakadilan, yang sudah lama menghimpit perfilman nasional. (more…)

Share

Hotel Bersejarah para Menak

January 31, 2011 By: Iwan Category: Nostalgia No Comments →

Kota Bandung ternyata menjadi salah satu tujuan wisata turis-turis Eropa yang ingin bernostalgia dan merasakan suasana zaman kolonial.  Hal itu tidak terlalu mengherankan karena di Kota Kembang memang banyak dijumpai bangunan-bangunan bersejarah yang didirikan pada masa penjajahan Belanda.  Di antara para wisatawan mancanegara itu ada yang merupakan keturunan bangsawan- bangsawan yang dulu pernah tinggal di Bandung, sekitar tahun 1800 sampai masa menjelang Indonesia merdeka.

Selain wisatawan dari Eropa, ada juga wisatawan lokal dari Jakarta dan kota-kota besar lainnya yang menyambangi Bandung hanya untuk merasakan bermalam di sejumlah hotel yang dianggap bersejarah.  Salah satu penginapan tujuan itu adalah Hotel Savoy Homann dan Hotel Concordia yang dikenal juga dengan nama Bumi Sangkuriang.

Hotel Savoy Homann terletak di Jalan Asia Afrika, berdekatan dengan gedung tua De Vries, Museum Asia Afrika, Gedung Merdeka, dan Gedung Majestic.  Menurut Public Relation Savoy Homann, Annisa Nur Imaniar, hotel itu dibangun pada 1872.  Pemiliknya adalah Mister Homann, berkewarganegaraan Jerman.  Dulu, Savoy Homann hanyalah rumah yang ditata sebagai tempat menginap para tamu. (more…)

Share

Stop SOPA