Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Refleksi’

Kunjungan Habibie ke GIA

January 25, 2012 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

Kunjungan BJ Habibie ke Kantor Manajemen Garuda Indonesia – Garuda City Complex, Bandara Soekarno-Hatta  tanggal 12 Januari 2012

Pada usianya 74 tahun, mantan Presiden RI, BJ Habibie secara mendadak mengunjungi fasilitas Garuda Indonesia didampingi oleh putra sulung, Ilham Habibie dan keponakannya(?), Adri Subono, juragan Java Musikindo.

Kunjungan beliau dan rombongan disambut oleh President & CEO, Bapak Emirsyah Satar disertai seluruh Direksi dan para VP serta Area Manager yang sedang berada di Jakarta.

Dalam kunjungan ini, diputar video mengenai Garuda Indonesia Experience dan presentasi perjalanan kinerja Garuda Indonesia sejak tahun 2005 hingga tahun 2015 menuju Quantum Leap.

Sebagai “balasan” pak Habibie memutarkan video tentang penerbangan perdana N250 di landasan bandara Husein Sastranegara, IPTN Bandung tahun 1995 (tujuh belas tahun yang lalu!).

Entah, apa pasalnya dengan memutar video ini?

Video N250 bernama Gatotkaca terlihat roll-out kemudian tinggal landas secara mulus di-escort oleh satu pesawat latih dan sebuah pesawat N235. Pesawat N250 jenis Turboprop dan teknologi glass cockpit dengan kapasitas 50 penumpang terus mengudara di angkasa Bandung. (more…)

Share

Kenalkan dirimu….

January 22, 2012 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

Kenalkan dirimu kepada Allah pada saat senang/lapang dengan taat secara fisik dan harta, maka niscaya Allah akan mengenalmu di saat susah/sempit.  Maka ketika Allah uji dengan berbagai macam ujian maka Allah akan hadir untuk memberikan pertolongan.

Kenalkan dirimu dengan malaikat-malaikat Allah, maka ketika kita mengalami berbagi macam ujian maka malaikat akan hadir mendoakan kita kepada Allah.

Seorang tokoh Sufi Syekh Abu Hatib, ditanya : “Atas dasar apa engkau melaksanakan aktivitas mu di dunia ini sebagai hamba Allah”

Syekh Abu Hatib menjawab :  “Atas empat hal aku beraktifitas di dunia”

Saya tahu saya yakin dengan “kacamata” iman saya bahwa saya punya rizki yang sudah ditentukan dari  Allah dan tidak akan pindah ke orang lain, sebagaimana rizki orang lain tidak dapat pindah kepada saya.  Sehingga saya merasa yakin dan mantap akan itu semua.

“Wa ma min daabbatin fil ardi illa ‘Alallahi rizquha – dan tidak ada satupun yang melata di dunia kecuali telah ditentukan rizkinya oleh Allah” (more…)

Share

Adil itu : proporsional, tidak memihak, sesuai kadarnya

January 13, 2012 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

sumber : http://muslimdaily.net/

Mengikuti berita beberapa kasus hukum yang terjadi di Indonesia akhir-akhir ini, terus terang begitu menggelisahkan hati saya.  Sulit sekali rasanya untuk dapat mendapatkan jawaban yang ‘pas’ karena peristiwa tersebut terjadi jauh dari saya.  Dan berita tersebut hanya saya peroleh dari media massa.

Di satu sisi kita tidak bisa toleran terhadap tindakan kriminal yang memicu keresahan, meskipun itu dilakukan oleh anak dibawah umur.  Tetapi kita juga  sering mendengar penanganan  kasus hukum yang tidak proporsional, cenderung memihak kepada yang memiliki uang dan akses.   Akibatnya ketika terjadi peristiwa hukum  yang salah satunya dialami oleh mereka yang miskin dan bodoh maka dapat dipastikan yang memiliki uang dan akses akan menjadi pemenang.

Pada awal Januari 2002, saya pernah mengalami kecelakaan lalu lintas.  Waktu itu terjadi peristiwa banjir besar di Jakarta dan saya baru kembali dari rumah mertua mengantarkan ransum ke kampung melayu yang kebetulan mengalami musibah banjir.  Sewaktu menyeberang  di jalan Otista 2, tiba-tiba dari arah kiri jalan (jalur lambat) mikrolet M26 menyalib kendaraan didepannya dengan kecepatan tinggi.  Saya ditabrak mikrolet tersebut karena posisi saya sewaktu menyeberang terhalang mobil didepannya.  Saya terlempar kemudian masuk masuk ke dalam kolong kendaraan yang menabrak saya.  (more…)

Share

Bukan sakit yang menyebabkan mati, tapi maut

January 01, 2012 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

“Bukan sakit yang menyebabkan mati, tetapi maut”

Seperti biasa setiap kamis pagi saya berangkat jauh lebih awal, kira-kira jam 05.00 wib, habis shalat subuh langsung berangkat.  Karena sebelum ke kantor saya mampir dulu di Mushalla al-Muttaqien hadir di pengajian rutin yang mulai jam 06.00 wib selesai jam 07.20 membahas Tafsir Qur’an (Kitab Tafsir Jalalain) dan Hadits (Kitab Hadits al-Azkar an-Nawawi).

Hari ini saya bersemangat karena giliran membahas tafsir dari surat 26, asy-Syu’araa.  Pada surat tersebut Allah mewahyukan kepada Rasulullah SAW mengenai kisah-kisah perjuangan para Nabi sebelum Rasulullah SAW yang mendakwahkan ke-tauhid-an Allah.  Wahyu tersebut diturunkan sebagai satu bentuk sanggahan dan bantahan atas cerita-cerita yang disampaikan dari kaum musyrik dan kafir  yang menyimpang dan mengolok-olok.  Pagi ini melanjutkan kisah perjuangan Dakwah Nabi Ibrahim As dan Nabi Nuh As hingga ayat 121.

Tapi ternyata pagi ini saya terlambat (berangkat jam 05.30 wib) karena ada pekerjaan kantor yang mesti saya selesaikan segera dan mengirimkan beberapa email yang masuk sejak kemarin siang dan belum sempat dijawab.

Setelah berkemas segera saya berangkat.  Alhamdulillah lalu-lintas lebih lancar dari biasanya dan saya tiba di Mushalla jam 06.15 wib, biasanya kalau berangkat jam segitu  sampai mushalla jam 06.30 wib bahkan 06.45.  Di mulut gang saya melihat ada “bendera kuning” tanda kalau ada orang yang meninggal.  Selesai pengajian saya tanya ke salah satu jama’ah, ternyata yang meninggal adalah putri dari teman kecil saya dan cucu dari teman ayah saya. (more…)

Share

Mereka bunuh generasinya sendiri dengan caranya

December 26, 2011 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

situs purbakala "Bab-Edh-dhra"

situs purbakala "Bab-Edh-dhra"

Selama ribuan tahun terkubur, kini jejak atau sisa-sisa kehancuran umat Nabi Luth berhasil ditemukan oleh para ahli arkeologi di sekitar Laut Mati.  Awalnya, penelitian dilakukan oleh William Albright, seorang ahli purbakala pada 1924 di sekitar Laut Mati.  Beberapa orang yang bersama William Albright mencari keberadaan sisa-sisa Kota Sodom dan Gomorah, hingga akhirnya mereka menemukan situs purbakala Bab-Edh-dhra (dibaca: Babhedra).

Keberadaan umat Nabi Luth di sekitar Laut Mati ini diperkuat dengan ulasan National Geographic edisi Desember 1957.  Paul Lapp dan Thomas Schaub, melakukan penggalian kembali di sekitar Laut Mati pada 1967.  Dan kemudian, penggalian diteruskan oleh Werner Keller, seorang ahli arkeologi asal Jerman di sekitar Laut Mati.

Allah membinasakan umat dan negeri tersebut

“Dan siapakah yang akan enggan dari agama Ibrahim itu kalau bukan orang telah memperbodoh dirinya ?” (Al-Baqarah : 130).

Tak ada yang membenci agamanya Ibrahim melainkan dia yang bodoh akan makna dirinya.   Dia tidak mengenali dirinya sendiri, dia tidak  mengetahui sampai batas apa kecerdasannya  dan sampai batas apa kebodohannya.  Tiba-tiba merasa lebih mengetahui, merasa tinggi, tidak perlu pendapat orang lain, tidak perlu diajari orang lain.  Seperti bisa sendiri tanpa bantuan orang lain.   Sampai-sampai ayat-ayat Allah yang disampaikan oleh Nabi tidak merasa perlu diikuti.  Bodohnya orang-orang yang tidak mau mengikuti agama.  Dia pakai cara hidup sendiri. (more…)

Share

Oleh-oleh “Mendadak I’tikaf”

August 29, 2011 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

Menara Masjid Al Azhar Jakapermai Bekasi

Menara Masjid Al Azhar Jakapermai Bekasi

“Yah…nanti kalau Aghis ulang tahun buka puasanya diluar ya yah?!!” kata Aghis.  Satu hari sebelum Aghis ultah istri saya sudah ‘ngingetin’ mengenai rencana tersebut.  Tapi sebenarnya saya ragu karena sehari sebelumnya masih ada kegiatan mabit disekolahnya dan saya takut Aghis kelelahan.  Lagi pula  apakah saya juga bisa pulang cepat dari kantor karena kebetulan ada kerjaan yang mesti saya selesaikan

Alhamdulillah besoknya saya bisa sampai dirumah 30 menit sebelum ‘beduk’, tidak sempat salinan baju, cuman ganti kemeja dengan kaos lengan panjang kemudian berangkat.  Saya bilang ke istri, sore ini setelah buka bersama tidak balik kerumah lagi tapi langsung ke masjid untuk shalat isya + tarawih, jadi mesti disiapkan juga keperluan sampai abis tarawih.   Kalau saya sih gak ribet, tapi biasanya istri dan kedua anak perempuan bawaannya lebih banyak dan kebutuhannya berbeda dan Saya tidak begitu  tahu detail.

Beruntung kami masih kebagian tempat, saya sudah ‘ingetin’ karena ini tempat umum jadi segera setelah buka puasa langsung shalat maghrib dan kalau bisa sebelum buka kita sudah punya wudhu supaya bisa langsung shalat.  Benar juga karena mushallanya kecil, terpaksa shalat maghrib dilakukan bergantian.  Saya & Istri shalat maghrib terlebih dahulu, kemudian Aghis dan kakaknya shalat.

Selesai berbuka kami langsung menuju masjid, masih ada waktu sekitar  15 menit  sebelum masuk waktu isya’.  Setelah selesai shalat isya’ Nadira bilang “Yah…kita i’tikaf yuk yah!!” Saya bilang “Tanya Ibu  dulu”. “Kata Ibu suruh tanya ke Ayah !” he..he..he..malah di ping-pong’. (more…)

Share

Stop SOPA