“Dan tidak ada seorang teman akrab pun yang menanyakan temannya”
Saya teringat pada ceramah tarawih yang disampaikan oleh salah satu penceramah pada Ramadhan tahun lalu di Masjid Al Azhar Jakapermai Kalimalang Bekasi. Saya lupa persis nama penceramah dan temanya, tetapi beliau membawakan beberapa tafsir ayat dari surat Al Ma’arij (surat ke 70 dalam Al Qur’an)
Dengan referensi dari surat Al Ma’arij, beliau menyampaikan amal-amal perbuatan yang dapat membawa manusia ke martabat yang tinggi yaitu orang-orang yang mengerjakan dan memelihara kesempurnaan shalat, membelanjakan hartanya di jalan Allah, dan mempercayai hari pembalasan. Beliau juga mengupas sifat dasar manusia yang kikir dan cepat berkeluh kesah dan gelisah. Ketika manusia sukses dan berhasil didunia mereka menganggap bahwa keberhasilannya murni karena usaha manusia sendiri tanpa ada campur tangan Allah SWT sehingga mereka menjadi kikir (pelit). Tetapi ketika diberikan kesulitan sebagai peringatan, manusia akan mengeluh dan gelisah tanpa mau mengambil pelajaran dari peringatan tersebut bahkan merasa seolah-olah dia menjadi orang yang paling merana di muka bumi. (more…)







