Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Refleksi’

Shalat Jum’at

March 29, 2011 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

Taufiq W. Priambodo

Taufiq W. Priambodo

Sudah pukul 13.00, Jumat itu.  Dari dalam tram yang melaju, saya putuskan untuk pergi ke Masjid Al-Muhajirin, mengejar shalat Jumat rombongan kedua.  Khatib biasanya naik mimbar dan memulai khutbah pukul 13.30 (siang itu khatib mulai sedikit lebih awal).  Beberapa masjid (terutama yang dikelola komunitas arab atau kami menyebutkan „masjid arab“), di beberapa kota di Jerman, menyelenggarakan shalat Jumat dalam 2 rombongan.  Jumlah jamaah dan ketersediaan tempat menjadi salah satu alasan, selain memberikan kesempatan bagi jamaah yang tidak bisa hadir di rombongan pertama shalat Jumat, karena izin dari tempat bekerja misalnya.

Jumat itu, seperti biasa, khatib di masjid Muhajirin (juga di masjid arab lainnya) menyampaikan beberapa tema khutbah.  Khutbah panjang sudah umum dijumpai saat shalat Jumat di masjid arab.  Pada beberapa masjid, bahkan jarak antara akhir shalat Jumat dan adzan ashar sangat dekat (pada waktu tertentu di perhitungan jam musim dingin, jarak shalat Dzuhur dan Ashar nya memang dekat).  Sering kali jamaah masih khidmat dzikir setelah shalat Jumat, saat muadzin berdiri mengumandangkan adzan Ashar. (more…)

Share

Ibu Mukadis

February 16, 2011 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

Makam Ibu Mukadis

Makam Ibu Mukadis

“Bin ich bald tot, Teyfik (Saya akan segera mati, Taufiq).“  Ungkapan yang sering saya dengar dari ibu Mukadis (akrab disapa Muka).  “Nein, du bleibts hier.  Deine Kinder brauschst dir noch. Wir alle brauchen dir.“ (Tidak, kamu tetap di sini.  Anak-anak kamu masih membutuhkan kamu.  Kami pun masih membutuhkan kamu).“ Hibur saya.

April 2006 saya bergabung dengan institut ilmu peternakan, tempat saya mengerjakan (saat itu) thesis MSc.  Sejak itu pula saya mengenal ibu Mukadis.  Ibu 7 anak, asli Macedonia, yang sudah hampir 40 tahun tinggal di Jerman.  Dan, sejak awal kami berjumpa, ibu Mukadis sudah tidak sehat, akibat penyakit diabetes yang sejak lama beliau idap.  Penyakit yang turut mengurangi fungsi organ lain, terutama jantung beliau.  Ibu Mukadis menghabiskan separuh dari usianya bekerja di Universitas Bonn, sebagai tenaga bantuan manajeman.  Tugas beliau sehari2 menyiapkan kopi dan teh untuk mahasiswa dan dosen yang bekerja di institut.

Taufiq W. Priambodo

Taufiq W. Priambodo

Waktu coffee break adalah saat-saat kami, mahasiswa muslim di institut gunakan untuk jumpa, duduk bersama dan berbincang-bincang tentang banyak hal dengan ibu Mukadis.  Biasanya ibu Mukadis bercerita tentang kesehatannya pada hari itu, juga cerita tentang anak2 nya atau cerita masa lalu beliau.  Sambil, tidak lupa beliau menyiapkan makanan ringan a la Macedonia (sangat mirip makan Turki).   Sering beliau siapkan burek (mirip martabak) untuk kami (plus cabai, khusus untuk saya).  Tampak beliau sangat terhibur bila dapat jumpa kami, walau hanya singkat dalam satu hari (bila satu saat kami, karena sibuk di lab, melewatkan coffee break, terkadang ibu Mukadis datang ke kantor mencari kami). (more…)

Share

Delapan Tipe Orang Perlu Dijauhi

December 01, 2010 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

VIVAnews – Hubungan yang sehat penting bagi kesehatan dan kesejahteraan jiwa. Namun, kerapkali kita terjebak dalam hubungan dengan sosok yang memiliki karakter ‘negatif’. Mereka umumnya sering mengeluh, mudah marah, atau tidak sabar.

Mengenali karakter seseorang di awal perkenalan menjadi penting. Apalagi jika ada prospek melanjutkannya dalam hubungan yang lebih serius. Kenali sejumlah karakter seseorang, seperti dikutip dari Times of India.

  1. Memelihara masa lalu
    • Beberapa orang menolak melepaskan masa lalu dan cenderung ‘merawat’ kenangan menyakitkan. Akibatnya, orang ini hidup dengan kemarahan dan kepahitan. Bila terjadi terus menerus, dapat mempengaruhi orang yang berada di sekitarnya.
    • Solusi: Jika mereka mulai memunculkan subjek masa lalu, jangan ragu memberitahu dia bahwa Anda tidak ingin membicarakannya. (more…)
Share

Ebiet G Ade – Untuk Kita Renungkan

November 05, 2010 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

Share

Banyak Alasan Untuk Tawuran

October 07, 2010 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

Tayangan berita tawuran saat persidangan sebuah kasus pembunuhan di sebuah pengadilan negeri, mungkin membuat kita heran, begitu leluasanya orang berkeliaran di jalanan dengan mengacungkan senjata tajam.  Tak cuma itu, beberapa polisi terluka oleh serempetan peluru, yang patut diduga berasal dari para pelaku kerusuhan.  Karena sebuah rekaman yang ditayangkan sebuah televisi menunjukkan adanya para preman yang menembakkan senjata api, entah darimana pula mereka memperoleh benda tersebut.

Pada Piala Dunia beberapa bulan lalu, kita sudah sama-sama tahu bahwa kesebelasan Argentina ditekuk oleh Jerman.  Tetapi ada satu berita yang mungkin kedengaran konyol, yaitu kerusuhan yang dipicu oleh kemarahan dari para pendukung kesebelasan Argentina.  Kerusuhan itu tidak terjadi di Argentina, Jerman, atau di Afrika Selatan tempat perhelatan tersebut berlangsung, tetapi justru terjadi di sebuah kota di bagian timur Indonesia, dan pelakunya bukanlah orang Argentina.  Sebagian komentar orang mengetahui berita itu, mungkin berujar, “Gak bermutu, kayak gak ada kerjaan saja”, Tetapi itulah realita yang ada, banyak kerusuhan dan tawuran yang sebenarnya tidak bermutu. (more…)

Share

Dari Sekutu ke Seteru ke Sekutu Lagi

October 01, 2010 By: Iwan Category: Refleksi No Comments →

oleh NORIMITSU ONISHI
The New York Times, 3 Agustus 2010

JAKARTA, Indonesia — Inilah hubungan politik yang telah lama menggundahkan para pengamat dan pengkritik, hubungan yang pasang surutnya secara berkala menggegerkan ibukota, dan yang ke depannya akan sangat mempengaruhi Indonesia.

Dari sekutu ke seteru dan sekutu lagi, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Aburizal Bakrie, ketua Partai Golkar dan salah seorang pengusaha terkaya di Indonesia, sepertinya tengah menikmati masa-masa gencatan senjata yang menggelisahkan. Di mata sebagian besar pengamat, Bakrie kini sedang berada di atas angin.

Presiden SBY, yang terkenal penuh kehati-hatian dan peragu sekalipun terpilih kedua kalinya dalam pemilu lalu dengan selisih suara yang telak, mengecewakan para pendukungnya karena dukungannya yang melemah pada upaya-upaya pemberantasan korupsi. (more…)

Share

Stop SOPA