Iwan Abdurrahman

sebaik-baik manusia adalah yg bermanfaat bagi yg lain
Subscribe

Archive for the ‘Tjerita Tokoh’

KH. Ahmad Marzuki Al-Batawi (1293 – 1353 H/1876 – 1934 M)

October 09, 2009 By: Iwan Category: Tjerita Tokoh 2 Comments →

Nama lengkap beliau adalah “Ahmad Marzuki bin Syekh Ahmad al-Mirshad bin Khatib Sa’ad bin Abdul Rahman al-Batawi”.  Ulama terkemuka asal Betawi yang bermazhab Syafi’i dan populer dengan sebutan Guru Marzuki ini lahir dan besar di Batavia (Betawi). Ayahnya, Syekh Ahmad al-Mirshad, merupakan keturunan keempat dari kesultanan Melayu Patani di Thailand Selatan yang berhijrah ke Batavia.  Guru Marzuki dilahirkan pada bulan Ramadhan tahun 1293 H/1876 M di Meester Cornelis, Batavia. (more…)

Share

KH. Abdullah Bin Nuh

October 09, 2009 By: Iwan Category: Tjerita Tokoh No Comments →

Mengenal Lebih Dekat Ulama Besar KH. Abdullah Bin Nuh

Selasa malam 17 Rabiul Awal 1429 Hijriah, bertepatan dengan 25 Maret 2008, akan gelar Haul KH Abdullah Bin Nuh seorang ulama besar di tanah air.  Rencananya Haul yang akan digelar di Balaikota Bogor ini, akan dihadiri ribuan umat Islam, yang datang dari Bogor dan sekitarnya.  Meskipun tulisan ini pernah di muat di Bogor News, namun ada baiknya untuk mengenang jasa – jasa almarhum Bogor News kembali menurunkan tulisan sosok ulama legendaris ini. (more…)

Share

KH. Abdullah Mukmin; Dikubur 26 Tahun Jasad Masih Utuh

October 09, 2009 By: Iwan Category: Tjerita Tokoh No Comments →

Jakarta (voa-islam) – Lahan seluas lapangan bulutangkis itu kini hanya tinggal puing-puing.  Dulu di lahan tersebut berdiri sebuah mushala yang diberi nama An-Najat.  Di mushala itu KH. Abdullah memberikan pengajian kepada murid-muridnya, sejak tahun 1950-an.

Nama Kiai Abdullah kini ramai menjadi perbincangan di Tangerang karena jasadnya yang sudah dikubur selama 26 tahun ternyata masih utuh bahkan bau wangi.  Kondisi jenazah persis sama seperti saat dikubur dulu.  Hanya tubuhnya agak menyusut saja, dan rambutnya memutih. (more…)

Share

KH. Noer Alie, Ulama yang Mujahid

September 10, 2009 By: Iwan Category: Tjerita Tokoh No Comments →

Singa Karawang Bekasi atau Si Belut Putih itulah julukan yang di berikan  kepada KH. Noer Alie, sebuah julukan yang memang layak di berikan kepadanya atas keberanian dan jiwa patriotnya semasa revolusi melawan penjajahan belanda dan atas jasa2nya kepada negara  itulah pulalah, pemerintah Indonesia melalui presiden SBY menetapkan Kepres yang menganugrahkannya gelar Pahlawan Nasional Indonesia dan mendapatkan Tanda Kehormatan Bintang Maha Putra Adipradana.  Pada hari Kamis tanggal 09 November 2006 dalam rangka peringatan Hari Pahlawan di Istana Negara Jakarta.

Bukan orang Bekasi namanya kalau dia tidak kenal KH. Noer Ali.  itulah ungkapan yang sering di dengar dari para orang tua dahulu mengenai KH. Noer Alie.   Sosok yang sangat terkenal dimata orang Bekasi karena ia menjadi salah satu ikon kebanggaan masyarakat Betawi (khususnya di Karawang-Bekasi) pada masa revolusi.  Seorang kiai yang sangat peduli dengan pendidikan, cerdas, berani dan sangat dihormati oleh lingkungan sekitarnya. Kisah kepahlawanan KH. Noer Alie pun telah menginspirasi seorang pujangga besar Indonesia, yaitu Khairil Anwar untuk menulis karya puisi Antara Karawang-Bekasi yang sangat terkenal itu. (more…)

Share

Sullamun Nayyiroin Karya Guru Mansur

September 07, 2009 By: Iwan Category: Tjerita Tokoh No Comments →

Sullamun Nayyiroin menggunakan sistem/ teori hasil pengamatan yang dilakukan oleh seorang Zij Sulthon (astronom pemerintah) yang bernama Ulugh Beyk as-Samarkand, ahli astronomi yang lahir di Salatin pada tahun 1393 Masehi dan meninggal di Iskandaria 1449 Masehi.  Ia hidup pada masa pemerintahan Bani Abbasiyah, tepatnya pada masa kepemimpinan khalifah Al-Makmun.  Pada masa kepemimpinannya, sang khalifah memerintahkan para ilmuan untuk mendirikan observatorium, salah satunya yaitu di daerah Samarkand yang dikepalai oleh Ulugh Beyk tersebut.  Ulugh Beyk adalah seorang astronom yang pandai dan mengepalai penyelidikan-penyelidikan yang menelan biaya yang tidak sedikit.  Ulugh Beyk merupakan keponakan dari cucu Hulago dari keluarga Timur Lenk, Hasan Al A’raj, Si Pincang.  Pada tahun 1437 M, Ia telah berhasil membuat sebuah Zij berdasarkan observasi yang dilakukannya.  Pengertian dari Zij itu sendiri adalah tabel keangkaan yang diterapkan kepada planet-planet untuk mengetahui ciri masing-masing, baik jalan gerakannya, kecepatan, kelambatan, kediaman dan geraknya kembali. Ia menamakannya Zij Ulugh Beyk.  Tabel-tabel tersebut masih menggunakan model angka Jumali yang merupakan model angka yang biasa digunakan oleh para ulama hisab tempo dulu untuk menyajikan data astronomis benda-benda langit.  Angka ini menggunakan huruf-huruf arab, yaitu: (more…)

Share

Guru Mansur

September 06, 2009 By: Iwan Category: Tjerita Tokoh No Comments →

Muhammad Mansur Al Batawie yang biasa disebut Guru Mansur dilahirkan di Kampung Sawah, Jembatan Lima, Jakarta tahun 1295 Hijriah/ 1878 Masehi.  Beliau wafat pada tahun 1967 Masehi.  Ayahnya bernama Kyai Haji Abdul Hamid bin Muhammad Damiri.  Pada zaman Haji Hamid ini banyak pemuda-pemudi betawi yang belajar masalah-masalah agama kepadanya, termasuk Guru Mansur yang banyak belajar dan dididik langsung oleh ayahnya.

Sejak kecil Guru Mansur sudah mulai tertarik dengan ilmu hisab atau ilmu falak, disamping ilmu-ilmu agama lainnya.  Sesudah ayahnya meninggal, Guru Mansur belajar dari kakak kandungnya Kyai Haji Mahbub dan kakak misannya Kyai Haji Tabrani.  Guru Mansur juga pernah belajar kepada seseorang ulama dari Mester Cornelis bernama Haji Mujtaba bin Ahmad sebelum pergi ke Mekah pada usia 16 tahun dan belajar di sana selama empat tahun.  Selama di Mekah ia berguru kepada sejumlah ulama, antara lain: (more…)

Share

Stop SOPA